Rabu, 15 April 2015

ELEGI MEMECAH BATU



ELEGI MEMECAH BATU

Batu : Siapakah engkau wahai si pembawa martil

Pembawa martil : Akulah orang yang bermaksud memukulmu sampai hancur, dan jika bias sampai engkau tidak seperti batu lagi.

Batu: Hahahaha…sungguh nekat kamu wahai sang pembawa martil, ketahuilah akulah batu yang paling keras diantara batu yang lainnya.

Pembawa martil: Jangan banyak bicara wahai batu, pokoknya apapun yang terjadi aku akan menghancurkanmu.

Batu: Coba saja, tapi kamu tidak akan bias menghancurkanku, jika kamu hanya membawa martil saja. Maka akan hancur martilmu dulu ketimbang saya.

Pembawa Martil: Jangan salah, aku tidak hanya membawa martil, tunggu , sebentar lagi akan dating temanku yang membawa Air Keras. Jika disaram ke kamu, maka akan melapuklah dirimu.

Batu: Hhahahha… Mana, suruh temanmu cepatan…saya ingin mengetahui kekuatan apa yang dimiliki oleh air keras itu

Pembawa Air keras: Ada apa ini..keliatannya kalian sedang berdebat?

Pembawa martil: ya. Si batu itu telah berkata angkuh kepadaku, mengatakan dirinya tidak bias dihancurkan hanya dengan martil yang saya bawa ini, makanya aku katakana bahwa aka nada temanku dating membawa air keras yang akan membuatnya lapuk dan mudah untuk saya hancurkan.

Pembawa Air keras: Oooo begitu, Sungguh sombong kau wahai si batu, rasakan, sebentar lagi akun ku siram kamu dengan air keras, maka akan terkelupaslah seluruh kulitmu.

Batu: Hahahahah..ternyata hanya kulit luarku saja yang bias di buat lapuk. Kalau itu sih, saya terbiasa kepanasan tiap hari di tengah gurun ini…

Pembawa Air keras: wahai si batu, air keras ini lebih panas dari sinar matahari yang engkau rasakan setiap hari. Air keras ini akan membuat dirimu retak dan rapuh, sehingga mudah untuk dihancurkan oleh temanku dengan martilnya.

Batu: Coba aja kalau bisa…

Dalam perdebatannya, lewatlah seorang Orang tua dan menghampiri kedua orang tersebut.

Orang Tua: Wahai si pembawa martil dan pembawa air, apa gerangan yang sedang kalian rencanakan di dekat batu besar ini, kelihatannya teduh sekali bernaung di dekat batu besar ini.

Pembawa martil: wahai orang tua, kami berdua bermaksud menghancurkan batu besar ini, agar dia bisa lebih bermanfaat untuk dibuat menjadi pondasi rumah yang akan kami bangun atau orang lain bangun.

Pembawa Air Keras: Tapi batu itu telah berlaku sombong pada kami berdua dan mengatakan dirinya tidak bisa dihancurkan oleh alat yang kami bawa ini.

Orang Tua: begitu masalahnya….ooo… baguslah…(dengan nada sinis)

Pembawa Martil: kenapa kamu terlihat meragukan kami juga wahai orang tua?

Orang Tua: Tidak demikian, rencana kalian bagus dan mudahan tercapai..

Pembawa Air Keras: Memangnya kenapa, kayaknya orang tua meragukan akan keberhasilan kami juga ya, asal orang tua tau saja, bahwa air keras ini bisa membuat lebur apa saja, termasuk engkau juga wahai orang tua, jika ku teteskan air ini di kulitmu, maka kulitmu akan terbakar.

Orang Tua: He..he..he..

Pembawa martil: ternyata engkau semakin mengejek kami wahai orang tua, pergilah, jangan sampai kami betul-betul marah nanti…

Batu: Ha..ha..ha…kalau masih berdebat seperti ini dan terlalu cepat emosi, saya tambah yakin kalau saya masih kuat dan tidak bisa kalian hancurkan (tiba-tiba batu menyela pembicaraan ketiga orang dihadapannya)

Pembawa martil:Diamkau wahai batu..

Orang Tua: Jangan terlalu cepat emosi, batu itu benar, sebab bukan kalian yang pertama kali mencoba menghancurkan batu ini, tapi sudah banyak orang sebelum kalian dan tidak berhasil.
Mendengar perkataan si Orang Tua, kedua orang tersebut mulai kelihatan heran dan kenapa orang tua itu mengatakan demikian.

Pembawa Air Keras: Betulkah itu wahai orang tua. Kenap belum ada yang berhasil memecahkan batu ini.

Orang Tua: Asalkan kalian berdua tau, penyebab kegagalan orang-orang sebelum kalian sama dengan penyebab yang akan membuat kalian gagal juga nanti.

Pembawa martil: Kenapa engkau yakin sekali kalau kami akan gagal wahai orang tua, padahal kami belum melakukannya dan engkau juga belum melihat hasilnya.

Orang Tua: Kalian pasti akan gagal, karena kalian membawa alat yang sangat ampuh menurut kalian saja dan alat kalian juga masih alat yang mengandalkan tenaga, sebelum batu ini kalian buat hancur, kalian akan kehabisan tenaga terlebih dahulu, begitu juga dengan air keras yang kalian bawa, karena sangat emosinya kalian nanti untuk dapat menghancurkan batu ini, bisa jadi air keras ini akan terpercik ke kulit kalian sendiri dan akan membuat kalian tidak akan bisa melanjutkan pekerjaan kalian lagi.

Pembawa martil: Ooooo begitu… lalu sebaiknya kami menggunakan apa menghancurkan batu ini…?

Pembawa Air keras: ya wahai orang tua, kami ingin mengetahuinya, karena kami juga tidak mau terluka sendiri dengan air keras ini….

Batu: Wahai orang tua, aku tau, kalau engkau tahu bagaimana caranya menghancurkan saya, tapi say mohon, janganlah engkau kasi tau kedua orang ini, karena saya g mau hancur.

Orang Tua: Maaf wahai batu, kalau aku tidak member tahu orang-orang sebelum mereka, bagaimana menghancurkanmu, bukan berarti aku tidak mau melihat mereka berhasil, akan tetapi mereka tidak pernah mau bertanya dan selalu angkuh dan membanggakan peralatan yang mereka bawa sendiri. Tapi karena kedua orang ini bertanya padaku, dan ternyata mereka memiliki tujuan yang bagus, maka aku akan member tahu mereka bagaimana memecahkan mu, karena engkau juga akan lebih bermanfaat jika dugunakan untuk membuat fondasi rumah, ketimbang hanya diam di tengah gurun ini, karena disiang hari, orang lebih memilih bernaung di bawah pohon dan rumah yang ada diujung sana ketimbang di dekatmu…

Batu: tapi jika aku nanti hancur, maka akan hilanglah keperkasaanku dan kekuatanku..

Orang tua: saya tidak menyalahkanmu karena kamu adalah batu, tapi keangkuhan dan kekuatanmu akan lebih bermakna jika itu bisa digunakan oleh orang untu membuat bangunan yang bermanfaat untu orang banyak. Dan orang juga tidak akan pernah melupakan kamu, orang-orang akan selalu bercerita, bahwa mereka punya bangunan yang kokoh dan megah, karena menggunakan batu yang bagus sebagai pondasinya.

Batu: JIka demikian, maka aku rela untuk dihancurkan…

Pembawa martil: terimakasih orang tua, kamu telah membuat batu itu tidak sombong lagi dan bersedia untuk dihancurkan, akan tetapi, kami masih penasaran, alat apa yang harus kami gunakan biar dapat menghancurkan batu itu…

Orang Tua: Kalau kalian mau menghancurkan batu itu, gunakanlah alat yang tidak akan membahayakan diri kalian sendiri dan yang sangat menguras tenaga, karena batu itu sangat besar, tapi gunakanlah alat yang membuat kalian mudah untuk memecahkannya tanpa membahayakan diri sendiri dan menguras tenaga.

Pembawa Air keras: Alat seperti apakah itu wahai orang tua, kami sudah tidak sabar ingin mengetahuinya, biar kami cepat menghancurkan batu itu…

Orang Tua: mendengar perkataanmu si pembawa air keras. Itulah penyebab paling besar pengaruhnya sama orang-orang sebelum kamu tidak berhasil, mereka semua tidak sabar dan menginkan segera tercapai tujuannya.

Pembawa martil: Maafkan teman saya wahai orang tua, sekiranya boleh kami tau, apakah alat yang engkau maksud.

Orang Tua: Carilah disekelilingmu, diluar sana banyak sekali tersedia alat yang lebih canggih meskipun sederhana, carilah sehingga kalian bisa lebih mudah dan tidak perlu membahyakan diri dan menguras tenaga untuk memecahkan batu itu..(kemudian orang tua itu pamit dan meninggalkan kedua orang tersebut.

Setelah itu, kedua orang tersebut berdikusi dan mengiyakan pendapat orang tua tadi, akhirnya kedua orang tersebut sepakat mengurungkan niatnya untuk memecahkan batu itu, tapi akan segera balik setelah menemukan alat yang dimaksud oleh orang tua tadi. Trims

Tidak ada komentar: