Senin, 23 Februari 2015

Urgensi refleksi historis pendidikan dalam konteks pembaharuan pendidikan di Indonesia



Pendidikan dapat dipandang sebuah proses memaksimalkan fungsi dari potensi manusia dan digunakan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan orang banyak. Dalam hal tersebut jika ditinjau dari pandangan Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah proses humanisasi. Untuk itu, keterikatan dengan segala dimensi sosial menjadi sebuah keharusan serta dilandasi oleh nlai-nilai religius. Memahami kearifan lokal dalam mengembangkan proses pendidikan sesuai dengan hakekat pelaksanaannya menjadi sangat penting untuk diperhatikan.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka memahami konsep ataupun ide yang dikembangkan oleh tokoh sebelumnya serta fenomena historis yang syarat akan nilai merupakan faktor yang harus diperhatikan. Fenomena yang terjadi pada saat ini dalam sebuah bangsa tidak terlepas dari latar historis yang telah terjadi pada masa lampau. Mengingat hal tersebut, maka refleksi historis pendidikan juga menjadi sangat penting dalam mengembangkan dan memajukan pendidikan dimasa mendatang.
Realitas pendidikan sampai saat ini menunjukkan bahwa berbagai usaha perbaikan baik dari segi konsep ataupun praktik pendidikan di Indonesia masih belum mampu menyelesaikan masalah pendidikan itu sendiri, meskipun berbagai pendekatan dan penerapan ide dari ahli atau tokoh pendidikan dari berbagai belahan dunia sudah dicoba. Pendidikan di Indonesia masih dianggap belum mampu membentuk manusia Indonesia seutuhnya seperti yang diamanatkan oleh dasar negara kita. Kondisi ini akan lebih menekankan pentingnya refleksi historis pendidikan di Indonesia sebenarnya.
Memahami mengapa dan kenapa pendidikan diindonesia diselenggarakan berdasar cita-cita bersama adalah salah satu faktor yang sangat penting untuk diketahui oleh praktisi pendidikan di Indonesia. Karena dari berbagai pendangan tokoh pendidikan di Indonesia, konsep-konsepnya masih dipandang akan mampu menyelesaikan permasalahan pendidikan di Indonesia jika diselenggarakan sebagaimana mestinya. Menggali ide dasar dan motivasi pendidikan yang diusulkan oleh tokoh Indonesia sendiri bukan berarti menolak ide yang datangnya dari luar, akan tetapi perbaikan pendidikan harus dilakukan dengan memanfaatkan ide-ide dari berbagai tokoh dengan tidak harus melupakan konsep-konsep tokoh lokal itu sendiri, dikarenakan yang lebih memahami kondisi sosial dimana pendidikan tersebut akan diselenggarakan tentunya tokoh pendidikan Indonesia itu sendiri, sehingga hasil pendidikanpun relevan dengan apa yang dicita-citakan oleh masyarakat Indonesia sendiri. 
Mengingat hal tersebut di atas, maka perbaikan pendidikan Indonesia di masa mendatang harus dilakukan secara konprehensif. menggali dan memahami ide dasar penyelenggaraan pendidikan di Indonesia menjadi sangat penting, sebab dalam proses pendidikan yang diperlukan adalah sebuah proses yang berkesinambungan, sehingga akan memperjelas cara dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, serta tetap dapat menghasilkan manusia Indonesia seutuhnya. Demikian alasan akan pentingnya refleksi historis pendidikan Indonesia sebagai salah satu usaha pembaharuan pendidikan.

Tidak ada komentar: