REFLEKSI VIDIO PEMBELAJARAN SD DI JEPANG
Dalam merefleksikan proses pembelajaran yang terdapat dalam vidio proses belajar mengajar SD di Jepang, terdiri dari beberapa bagian, diantaranya :
A. IDENTIFIKASI PERISTIWA PENTING
Sebagaimana yang ditampilkan pada video pembelajaran matematika di SD Jepang, ada beberapa hal yang menarik untuk diperhatikan, yang terdiri dari beberapa aspek, antara lain :
1. Profesionalisme Guru
Terkait denga profesionalisme guru, hal pertama yang menarik perhatian yaitu adanya asisten guru yang mendampingi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan membantu aktivitas belajar. Terlepas dari itu gru dalam melaksanakan tugasnya terlihat rapi dalam penampilannya dan bersikap sopan dalam memimpin pelajaran baik ketika menjelaskan ataupun disaat berinteraksi dengan siswanya, yang kalau dirincikan antara lain :
a. Berpenampilan menarik
b. Bersikap sopan
c. Menghargai pendapat siswa
d. Menyiapkan bahan belajar
e. Menyediakan sumber belajar
f. Memanfaatkan proses pembelajaran sebagai sarana pengembangan kemampuan siswa baik individu ataupun kelompok.
2. Pengelolaan Kelas
Disamping hal-hal yang tersebut diatas dalam mengelola kelas, guru melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Melakukan apersepsi tentang pelajaran yang akan dipelajari.
b. Menjelaskan materi dengan baik
c. Mengarahkan siswa untuk berani mengutarakan pendapatnya
d. Memberikan kesempatan pada siswa untuk menunjukkan kemampuannya di depan kelas
e. Mengarahkan siswa untuk dapat menyelesaikan sebuah permasalahan.
f. mengarahkan siswa untuk dapat bekerjasama dengan siswa lainnya.
g. Meminta siswa untuk mempertanggungjawabkan hasil kerjanya di depan siswa lainnya.
3. Pemanfaatan Sumber Belajar
Berkenaan dengan sumber belajar, terlihat sebelum proses pembelajaran dimulai, guru menyediakan berbagai bentuk gambar yang terkait dengan materi yang akan dijelaskan yang ditempel di papan tulis. Gambar-gambar tersebut dimanfaatkan oleh guru untuk menjelaskan materi pelajaran, penyelesaiaan tugas oleh siswa, menjelaskan hasil kerja siswa, dan pada saat memberikan perbaikan terhadap jawaban siswa, sehingga siswa dapat secara langsung dan dengan jelas mengetahui kekeliruan ataupun argumentasi kebenaran atas soal yang diselsaikannya.
4. Kondisi Siswa
Kondisi sis yang nampak dalam vidio tersebut ketika mengikuti proses pembelajaran, antara lain :
a. Duduk dengan rapi ketika guru menjelaskan materi pelajaran
b. Mengerjakan seluruh arahan guru terkait dengan pemberian tugas.
c. Saling menghargai ketika siswa lainnya mengungkapkan pendapat.
d. Memberikan tanggapan atas pendapat temannya jika dianggap kurang jelas.
Tentang beberapa poin penting yang dapa diidentifikasi di atas, dalam pembelajaran merupakan hal yang penting, terkait dengan profesionalisme guru di dalam kelas oleh W. James Popham, disebutkan bahwa “ada kemungkinan mereka itu (guru) memiliki ciri-ciri pribadi atau sifat-sifat intelektual yang bertolak belakang dengan pengajaran yang baik”. Sehingga guru yang berusaha berpenampilan menarik, mengatur suasana yang kondusif, dan sebagainya, merupakan sebuah usaha dalam mencapai kondisi belajar yang diinginkan.
Begitu juga dengan aspek lainya, dimana apa yang dilakukan oleh guru pada vidio pembelajaran di Jepang, sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Zoltan P. Dienes seorang matematikawan yang memusatkan perhatiannya pada cara-cara pengajaran terhadap siswa. Dasar teorinya bertumpu pada Piaget, dan pengembangannya diorientasikan pada siswa, sedemikian rupa sehingga sistem yang dikembangkannya itu menarik bagi siswa yang mempelajarinya.
Suatu pengertian yang hampir sama dikemukakan oleh Corey bahwa pembelajaran adalah “suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu”. Sehingga berusaha untuk mengelola kelas dengan baik dan pemanfaatan sumber belajar merupakan salah satu bagian yang penting untuk diperhatikan oleh setiap guru ketika ingin melakukan proses belajar mengajar.
B. PERBANDINGAN KEJADIAN SETARA
Untuk membandingkan proses belajar mengajar di atas, lebih didasarkan pada pengalaman baik yang pernah dilihat secara langsaung ataupun mendengar informasi yang berkembang saat ini, kalau dibandingkan dengan proses belajar mengajar yang terjadi di sekolah Indonesia secara umum hal-hal tersebut di atas secara umum juga terjadi di sekolah indonesia, akan tetapi proses tersebut berlangsung pada sekolah-sekolah negeri yang pavorit ataupun sekolah-sekolah swasta yang memiliki modal besar untuk mengadakan sarana-dan prasarana dan satu hal yang paling penting yaitu dapat memenuhi kesejahteraan guru-gurunya, karena hal ini masih menjadi permasaahan yang dianggap menjadi hambatan berarti bagi guru untuk dapat lebih konsen dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar.
Keluar dari kondisi tersebut, jika dibandingkan proses belajar mengajar di Indonesia dengan yang di Jepang sebagaimana yang terlihat pada vidio, ada beberapa hal yang masih belum dilakukan di Indonesia, yaitu :
1. Adanya asisten guru untuk membantu proses belajar mengajar di kelas.
2. Jarang memanfaatkan sumber belajar yang tersedia.
3. Masih cendrung guru menjadi sentral utama dalam proses belajar mengajar, walaupun sudah dipahaminya beberapa metode mengajar disebabkan karena beberapa pertimbangan
4. Motivasi siswa yang masih rendah, dan
5. Sikap menghargai satu sama lain antar siswa yang masih rendah.
C. TANGGAPAN POIN PENTING
Semua aspek yang terjadi dalam pembelajaran matematika di Jepang, merupakan proses yang cukup ideal untuk diteapkan, agar pembelajaran matematika menjadi menarik dan menyenangkan bagi siswa, akan tetapi dari berbagai metode dan model pembelajaran yang ada, tentunya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, sesuai dengan kondisi dan dimana metode dan model tersebut diterapkan.
Mungkin saja di Jepang keadaan kondisi tersebut seluruhnya dapat diterapkan, akan tetapi di Indonesia menurut pemahaman kami, ada bebrapa hal yang dapat kami tanggapi, antara lain, pertama, terkait dengan penampilan guru yang terlalu resmi, hal ini dapat dikatakan kurang pas, disebabkan karena kebiasaan bergaul masyrakat Indonesia yang sebagian besar penduduknya berada di pedesaan dengan penampilan yang biasa, sehingga ketika berhadapan dengan seseorang yang terlihat resmmi, maka akan muncul rasa minder, tentunya hal tersebut tidak kita harapkan dalam proses belajar mengajar, terutama terkait dengan hubungan guru dan murid.
Kedua, adanya asisten guru, yang bisa jadi akan berpengaruh terhadap, adanya dua pusat perhatian siswa, kalaupun pada posisinya asisten guru tersebut hanya membantu dalam proses pembelajaran, akan tetapi jika hal tersebut terjadi secara kontiniu, maka posisi asisten bisa jadi juga menjadi yang utama.
D. ALTERNATIV SOLUSI YANG LEBIH BAIK
Memperhatikan kondisi pendidikan dan keadaan masyarakat di Indonesia, terutama terkait dengan proses pembelajaran, ada bebrapa hal yang kiranya harus dapat di terapkan dengan tegas agar hasil pendidikan dapat lebih maksimal, antara lain :
1. Peningkatan profesionalisme guru dengan mempersiapkan dan mengadakan hal-hal yang mendukung tercapainya hal tersebut.
2. Penerapan secara tegas dan konsisten kebijakan tentnag pendidikan yang sudah dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
3. Terkait dengan kondisi kelas secara umum, hal yang perlu dilakukan :
4. Pengadaan sarana dan media belajar pendukung di setiap kelas. Dan membantu sekolah-sekolah yang masih kurang mampu, karena bagaimanapun keberadaannya sudah ada dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat.
5. Meminimalkan isi kelas agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih kondusif dan efektif.
6. Diadakannya hubungan kerja sama, antar sekolah unggulan dengan sekolah biasa secara intensif, guna memperbaiki dan mengembangkan proses pendidikan di sekolah yang masih kurang maju..
Itu kiranya yang dapat kami tawarkan untuk sementara ini, meskipun terdapat masih banyak dan lebih kompleknya permasalahan yang terjadi di lapangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar