Pendidikan dapat dipandang sebuah proses memaksimalkan
fungsi dari potensi manusia dan digunakan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan
orang banyak. Dalam hal tersebut jika ditinjau dari pandangan Ki Hajar
Dewantara pendidikan adalah proses humanisasi. Untuk itu, keterikatan dengan
segala dimensi sosial menjadi sebuah keharusan serta dilandasi oleh nlai-nilai
religius. Memahami kearifan lokal dalam mengembangkan proses pendidikan sesuai
dengan hakekat pelaksanaannya menjadi sangat penting untuk diperhatikan.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka memahami konsep
ataupun ide yang dikembangkan oleh tokoh sebelumnya serta fenomena historis
yang syarat akan nilai merupakan faktor yang harus diperhatikan. Fenomena yang
terjadi pada saat ini dalam sebuah bangsa tidak terlepas dari latar historis
yang telah terjadi pada masa lampau. Mengingat hal tersebut, maka refleksi
historis pendidikan juga menjadi sangat penting dalam mengembangkan dan memajukan
pendidikan dimasa mendatang.
Realitas pendidikan sampai saat ini menunjukkan bahwa
berbagai usaha perbaikan baik dari segi konsep ataupun praktik
pendidikan di Indonesia masih belum mampu menyelesaikan masalah pendidikan itu
sendiri, meskipun berbagai pendekatan dan penerapan ide dari ahli atau tokoh
pendidikan dari berbagai belahan dunia sudah dicoba. Pendidikan di Indonesia
masih dianggap belum mampu membentuk manusia Indonesia seutuhnya seperti yang
diamanatkan oleh dasar negara kita. Kondisi ini akan lebih menekankan
pentingnya refleksi historis pendidikan di Indonesia sebenarnya.
Memahami mengapa dan kenapa pendidikan diindonesia
diselenggarakan berdasar cita-cita bersama adalah salah satu faktor yang sangat
penting untuk diketahui oleh praktisi pendidikan di Indonesia. Karena dari
berbagai pendangan tokoh pendidikan di Indonesia, konsep-konsepnya masih
dipandang akan mampu menyelesaikan permasalahan pendidikan di Indonesia jika
diselenggarakan sebagaimana mestinya. Menggali ide dasar dan motivasi
pendidikan yang diusulkan oleh tokoh Indonesia sendiri bukan berarti menolak
ide yang datangnya dari luar, akan tetapi perbaikan pendidikan harus dilakukan
dengan memanfaatkan ide-ide dari berbagai tokoh dengan tidak harus melupakan konsep-konsep tokoh lokal itu
sendiri, dikarenakan yang lebih memahami kondisi sosial dimana pendidikan
tersebut akan diselenggarakan tentunya tokoh pendidikan Indonesia itu sendiri,
sehingga hasil pendidikanpun relevan dengan apa yang dicita-citakan oleh
masyarakat Indonesia sendiri.
Mengingat hal
tersebut di atas, maka perbaikan pendidikan Indonesia di masa mendatang harus
dilakukan secara konprehensif. menggali dan memahami ide dasar penyelenggaraan
pendidikan di Indonesia menjadi sangat penting, sebab dalam proses pendidikan
yang diperlukan adalah sebuah proses yang berkesinambungan, sehingga akan
memperjelas cara dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, serta
tetap dapat menghasilkan manusia Indonesia seutuhnya. Demikian alasan akan
pentingnya refleksi historis pendidikan Indonesia sebagai salah satu usaha
pembaharuan pendidikan.